Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi

Banyuwangi Adalah kabupaten terluas di Jawa Timur, memiliki banyak masjid yang tersebar dari kota utama hingga ke pelosok-pelosok desa,Di antaranya yaitu  Masjid Agung Baiturrahman yang merupakan satu di antara sekian banyak masjid yang menjadi satu-satunya Masjid termegah di Kabupaten.

 

Masjid Agung Baiturrahman

Merupakan ikon terkenal di Kabupaten Banyuwangi dan Provinsi di Jawa Timur. Masjid yang dulunya bernama Masjid Jami’ Banyuwangi ini sudah ada di saat kota Banyuwangi pertama kali dibangun. Selain tergolong tua, masjid ini juga sangat bersejarah, serta memiliki banyak keistimewaan dan bahkan tak dimiliki oleh masjid lainnya di Indonesia.

Masjid Agung Baiturrahman Tuban

Masjid Agung Baiturrahman (MAB) ber alamatkan di jalan Jendral Sudirman nomor 137 tepat di depan Taman Sritanjung. Lokasi MAB sangat strategis dan mudah dijangkau masyarakat,karena berada tepat di jantung kota Banyuwangi. MAB berdiri di atas tanah seluas + 5.245 m2 dan luas bangunan + 7.245 m2, masjid ini mampu menampung + 5.110 jamaah.

Sekilas Sejarah Masjid

Sejarah berdirinya Masjid Agung Baiturrahman tidak bisa dilepaskan dari sejarah Terbangunya Kota Banyuwangi, karena keduanya memiliki sejarah yang sangat kuat. Sama-sama didirikan oleh Bupati Blambangan terakhir, sekaligus Bupati Banyuwangi pertama yaitu Bupati Raden Tumenggung Wiroguno I atau biasa di sebut Mas Alit yang memerintah selama 9 tahun dari tahun 1773-1782. Pada zaman kekuasaan Mas Alit, perkembangan agama Islam sangatlah pesat,apalagi waktu itu Mas Alit sendiri sebagai Bupati Blambangan terakhir atau Banyuwangi pertama yang berkedudukan di Benculuk  yang sudah beragama Islam.

 

Dapat disimpulkan bahwa agama Islam sudah menjadi agama rakyat Blambangan sekaligus mewarnai juga kehidupan pemerintahan masa itu. Menurut I Made Sudjana dalam bukunya “Nagari Tawon Madu” di sebutkan, bahwa nagari (ibukota) Banyuwangi telah dibangun pada tanggal 24 Oktober 1774. Dan Sejak itu tercipta birokrasi pemerintahan Banyuwangi yang berjalan lancar sampai sekarang ini.

Berdirinya Masjid Agung Baiturrahman di Kabupaten Banyuwangi dengan hak kewenangan pengembangannya mengacu pada kewenangan kepindahan kota kabupaten dari Benculuk ke Banyuwangi, maka dapat disimpulkan bahwa Masjid Agung Baiturrahman Di Banyuwangi merupakan masjid yang bersifat monumental dalam hubungannya dengan penyebaran agama Islam di bumi Blambangan.

Mas Alit sebagai bupati sangat diharapkan oleh rakyat Banyuwangi, sebab proses pengangkatannya adalah usulan dari rakyat, dan tidak semata-semata ditunjuk oleh VOC. Tinta hijau sejarah pernah mencatat bahwa Mas Alit adalah seorang muslim yang taat, pada peraturan agama dibuktikan dengan penataan arsitektur kota Banyuwangi yang sarat akan nilai Islamnya, seperti Masjid Agung Baiturrahman, Pendapa Sabha Swagatha Blambangan (rumah dinas para Bupati Banyuwangi dari masa ke masa), penjara/Mapolres Banyuwangi, dan alun-alun –Taman Sritanjung– serta pasar Banyuwangi, dari sini sirkulasi perekonomian berjalan lancar.

Berikut adalah keistimewaan Masjid Agung Baiturrahman

 

ENAM KEISTIMEWAAN: .

  1. Kubah geser/berjalan di serambi selatan dan serambi utara masjid.
  2. Air mancur Dzikir Cinta di depan aula masjid yang berbentuk bunga anturium raksasa berfungsi juga sebagai tempat wudhu’ jama’ah.
  3. Kaca grafir raksasa yang berlafadzkan Allahu Akbar, Allah SWT & Muhammad SAW di ruang utama.
  4. Al-Qur’an raksasa di ruang utama
  5. Tangga utama yang sangat megah (di bawahnya ada ruang wudhu’/kamar mandi dan tempat penitipan sandal-sepatu serta gudang) sebagai jalan menuju lantai 2 masjid.
  6. Lampu gantung yang sangat besar (raksasa) menancap megah di ruang utama, dua lampu kembar menancap di ruang sayap selatan dan utara, sehingga gemeriap cahayanya menghiasi ruangan masjid, kemegahan pun makin tak tertandingi!

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *