Masjid Jami Aji Amir Hasanudin

Masjid Jami Aji Amir Hasanudin

Saat berwisata ke Tenggarong, ibu kota Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim), pasti yang akan dicari adalah lokasi-lokasi yang cukup unik dan sangat menarik. Mau tahu salah satu bangunan paling monumental dan bersejarah di Tenggarong? Bangunan ini berlokasi di Jalan Sutoyo, tepat berada di depan Pendopo Bupati Kukar atau di samping Kedaton Kesultanan Kutai Kartanegara ing Martadipura.

 Masjid Jami Aji Amir Hasanudin

Nama bangunan ini adalah Masjid Jami Aji Amir Hasanudin. Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Agama (Depag) Provinsi Kaltim nomor WQ/2/2526 tahun 1981, Masjid Jami ini ditetapkan sebagai salah satu tempat ibadah yang terkenal dan bersejarah di Indonesia. Masjid jami ini sangat cocok jadi destinasi wisata religius.

Keputusan Kanwil Depag  Kaltim menetapkan  Masjid Jami Tenggarong sebagai masjid  bersejarah merupakan kesimpulan Seminar Sejarah Islam di Kaltim  yang diselenggarakan   Nopember 1981 di Samarinda. Seminar memperingati 15 abad masuk  Islam di Nusantara itu juga menyepakati penamaan menjadi Masjid Jami Aji Amir Hasanuddin hingga kini.

Masjid ini  yang letaknya juga tepat berada di belakang Museum Mulawarman dan sudah ada sejak abad ke-19. Periode pembangunannya dilakukan secara bertahap,yaitu tahap pertama dengan bangunan yang sederhana tanpa ada tiang tinggi seperti yang ada pada saat ini. Dan  Dilakukan di  masa Kesultanan Kutai Kartanegara  Martadipura yang  ke-17 yaitu Sultan Aji Muhammad Sulaiman.

Kemudian dilanjutkan pada masa pemerintahan Sultan yang ke-18,   Alimuddin. Di akhir abad ke-18 tepatnya pada tahun 1874 pembangunan masjid ini seperti bentuknya sekarang sudah dimulai. Dan Dilakukan secara bergotong royong sebelum  umat islam pada  saat itu melaksanakan ibadah shalat  subuh. yang Ditandai dengan  peletakan 16 tiang kayu ulin yang ditebang di hutan sekitar kota raja Tenggarong sebagai batu pertamanya.

Memasuki tahun kedua atau setelah usia masjid mencapai usia yang ke 60 tahun bangunannya mengalami beragam kerusakan. Sultan Alimuddin mengutus  putranya yaitu Haji Aji  Amir Hasanudin bersama menteri agama kesultanan pada saat  itu Tuan Guru Besar Said Sagaf Baraqbah untuk merenovasi tanpa adanya mengubah bentuk bangunannya sedikit pun. Renovasi yang di laksanakan diantaranya adalah  mengganti lantai yang dulunya  berlantai papan ulin dan digantikan menjadi coran semen yang didatangkan lansgung dari negara Belanda.

Kemudian setelah itu memasang instalasi listrik dan sound system (sistem suara) yang pada saat itu masjid masjid di Kaltim belum teraliri aliran listrik dan juga memasang alat pengeras suara. Karena  listriknya dipasok dari Pembangkit Lstrik Tenaga Uap Batu bara berkekuatan 10 mega watt yang berada di Loa Kulu. Kemudian pembuatan tangki untuk penampung air hujan berkekuatan 20 ribu liter dan terbuat dari cor semen sebagai persediaan air wudhu.  setelah rampung direnovasi besar-besaran, masjid Jami siap untuk di gunakan sebagai tempat ibadah yang megah dan cantik.

Karena bangunannya yang bercorak moderen  dan juga sangat  terang benderang ketika  di malam hari.  Wajar jika menjelang malam banyak warga Tenggarong saat itu berkumpul  di masjid  hingga jelang tengah malam, bahkan ada di antaranya menginap di teras Masjid sambil  menunugu solat subuh.

Ketua Pengurus Masjid Awang Yakub Lukman mengatakan, masjid ini merupakan aset Kesultanan Kutai dengan pembina Sultan saat ini Aji Muhammad Salehudin II. Sehingga masjid ini menjadi masjidnya Sultan dan para kerabatnya. Kendati demikian banyak umat islam melakukan solat di masjid ini.

Diakuinya pula, kapasitas masjid yang  tidak sesuai dengan jumlah umat yang  beribadah  maka jika di dalam masjid penuh sesak umat  bisa beribadah di Kedaton Sultan yang ada di samping masjid. Renovasi maupun menambahan fasilitas masjid jami ini  terus dilakukan oleh pegurusnya mulai adanya kehadiran angota satpam,  pembangunan menara setinggi 30 meter pada tahun 1980-an hingga bangunan kantor sekretariat masjid dan halaman parkir yang cukup luas.

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *