Lomba di Kontraktor Kubah Masjid Ambon Maluku

Lomba di Kontraktor Kubah Masjid Ambon Maluku

Lomba di Kontraktor Kubah Masjid Ambon Maluku

Sumber sejarah yang dapat dijadikan alat bukti tentang peristiwa masa lampau adalah peninggalan-peninggalan yang berbentuk relief-relief, monumen-monumen, manuskrip-manuskrip, atau bukti-bukti lain yang otentik. Sumber sejarah seringkali disebut juga dengan “data sejarah”, Kontraktor Kubah Masjid yang berarti bahan sejarah yang memerlukan pengolahan, penyeleksian, dan pengkategorisasian. Sedangkan fakta sejarah adalah pernyataan-pernyataan tentang peristiwa masa lampau dalam realitasnya. Sumber sejarah menurut bahannya dapat dibagi menjadi sumber tertulis dan sumber tidak tertulis. Menurut urutan penyampaiannya, sumber sejarah dapat dibedakan menjadi sumber primer dan sumber sekunder. Sementara menurut tujuannya, sumber sejarah dibagi menjadi sumber formal dan sumber informal. Penulisan sejarah dapat dibagi menjadi dua macam. Kontraktor Kubah Masjid Sejarah Naratif, yaitu Penulisan sejarah yang mengkaji suatu peristiwa masa lampau berdasarkan akal sehat, imajinasi dan keterampilan ekspresi bahasa, pengetahuan fakta dan prosers terjadinya dari awal peristiwa sampai akhirnya, yang dipaparkan secara deskriptif tanpa memakai teori dan metodologi.

Sejarah Ilmiah, yaitu penulisan sejarah yang mengkaji suatu peristiwa masa lampau dengan menerangkan sebab-sebabnya. Sejarah ilmiah bertujuan memberikan makna dan penjelasan tentang faktor-faktor terjadinya peristiwa dengan analisisnya menggunakan konsep dan teori yang relevan. Berdasarkan Kontraktor Kubah Masjid kecenderungan penulisan sejarah seperti ini, maka jenis-jenis sejarah muncul dalam keragamannya sesuai sudut pandang penulis, kultur yang mempengaruhinya, masa yang melahirkannya, dan berfungsi untuk aneka ragam kegunaan. Untuk kelestarian identitas kelompok dan memperkuat daya tahan kelompok itu bagi kelangsungan hidupnya. Sebagai pengambilan pelajaran dan tauladan dari contoh-contoh di masa lampau, sehingga sejarah dapat memberikan azas manfaat secara lebih Kontraktor Kubah Masjid khusus demi kelangsungan hidup. Sebagai sarana pemahaman mengenai hidup dan mati.

Demikian pula dalam bahasa Arab, dibedakan antara kata tsaqafah (kebudayaan), Kontraktor Kubah Masjid kata hadlarah (kemajuan) dan kata tamaddun (peradaban). Perbedaan kedua istilah tersebut menjadi sulit karena terbentur pada pemaknaan dan penterjemahan. Kebudayaan, secara etimologi berasal dari bahasa Sansekerta “buddhayah” yang merupakan bentuk jamak dari “buddhi” yang artinya budi atau akal. Jadi, kebudayaan ialah hal-hal yang berkenaan dengan akal. Sedangkan secara terminologi, kebudayan ialah segala hasil dari cipta, karsa dan rasa. Adapun budaya adalah daya dari budi yang berupa cipta, karsa dan rasa.

Menurut istilah Antropologi, kebudayaan ialah keseluruhan kelakuan Kontraktor Kubah Masjid dan hasil kelakuan manusia, yang teratur oleh tata kelakuan, yang harus didapatkannya dengan belajar dan yang semuanya tersusun dalam kehidupan masyarakat. Peradaban ialah bagian-bagian kebudayaan yang halus dan indah sebagaimana kesenian, ilmu pengetahuan, arsitektur dan lain sebagainya. Dalam hal ini suatu peradaban dapat ditunjukkan dalam gejala-gejala lahir, misalnya memiliki kota-kota besar, masyarakat telah memiliki keahlian di dalam industri (pertanian, pertambangan, pembangunan, pengangkutan dan sebagainya), memiliki tertib politik dan kekuasaan, serta terdidik dalam kesenian yang indah-indah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *