Enamel Masjid Agung Tuban

Tuban,salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Timur, adalah wilayah yang memiliki peran penting dalam perkembangan agama Islam di tanah air khusus nya di jawa. Tak heran jika Tuban disebut Kota Wali. Selain itu, Tuban juga merupakan kabupaten pertama pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit yang dipimpin bupati beragama Islam.

Masjid Agung Tuban adalah salah satu rumah ibadah umat islam di Indonesia yang memiliki sejarah yang cukup panjang. Masjid ini didirikan di abad ke-15 oleh Bupati Tuban pertama yang memeluk agama Islam, yakni Adipati Raden Ario Tedjo. Alamat masjid ini pun sangat strategis karena berada di sekitar alun- alun kota dan tidak jauh dari kompleks makam Sunan Bonang.

https://www.youtube.com/watch?v=icHNInwm-jY

Tuban dan Sunan Bonang

Kota Tuban adalah kota yang tidak dapat dipisahkan dari nama besar Sunan Bonang. Meski Kota Tuban bukan hanya tempat Sunan Bonang untuk berdakwah, akan tetapi karena ia dimakamkan di Tuban maka tidak salah jika ia sering disebut Sunan Tuban. Ada pula yang menyebutkan bahwa makamnya berada di Lamongan. Seperti para wali yang lain, Sunan Bonang juga mendirikan sebuah masjid sebagai pusat kegiatan dakwahnya. Masjid tersebut dikenal sebagai Masjid Astana yang berada di bangunan kompleks makam Sunan Bonang. Jual Enamel dan kubah Masjid Bersebalahan dengan komplek masjid Agung Tuban.

Dalam berdakwah, Sunan Bonang atau Biasa di sapa Raden Makdum Ibrahim, sering menggunakan alat musik tradisional yang disebut bonang. Bonang adalah jenis gamelan yang terbuat dari besi atau kuningan dan bagian tengahnya dibuat sedikit menonjol. Bila tonjolan itu dipukul dengan kayu yang lunak maka akan timbul suara yang merdu dan enak di dengar.

Sebelum mencapai bentuk yang megah seperti  saat ini, masjid telah dipugar beberapa kali. Yaitu pada Tahun 1894 untuk pertama kali di lakukan perombakan  dengan menggunakan jasa arsitek dari Negara Belanda, B.O.W.H.M. Toxopeus. Renovasi lalu yang kedua di tahun 1985 bertujuan untuk memperluas bangunan masjid. Pemugaran terakhir dilakukan pada tahun 2004.

Pada renovasi terakhir dilakukan beberapa perubahan yang mencolok, seperti penambahan lantai dari satu menjadi tiga lantai, pembangunan sayap kanan dan kiri bangunan, pembangunan enam menara, dan sebagainya. Hasilnya, Masjid Agung Tuban menjadi sangat megah seperti yang bisa disaksikan saat ini.

Cek Harga Enamel Dan kubah Hanya di Website Kami di QOOBAH

Tampilan luar bangunan masjid ini mengingatkan pada Masjid Imam di Kota Isfahan, Iran. Pengaruh ini juga yang menjadikan Masjid Agung Tuban tampak memancarkan pesona 1.001 malam dengan permainan penuh warna, terutama pada malam hari.

Bagian dalam masjid banyak menggunakan pola lengkungan untuk menghubungkan antara tiang penyangga maka akan menghasilkan pola ruang dengan kolom-kolom, yang terinspirasi dari ruang dalam Masjid Cordoba,Di Spanyol.

Gaya arsitektur yang khas Nusantara dapat ditemui pada pintu dan mimbar yang terbuat dari kayu dengan banyaknya ukiran khas Jawa. Di sayap mihrab terdapat tangga yang terbuat dari kuningan yang mencirikan khas ornamen Jawa Klasik.

Selain pola arsitekturnya, Masjid Agung Tuban ini memiliki banyak keistimewaan lain. Sekitar sepuluh meter dari masjid, berdiri kokoh Museum Kembang Putih yang banyak menyimpan berbagai benda bersejarah seperti kitab Al-Quran kuno  yang terbuat dari kulit. Keramik dari Cina, pusaka, sarkofagus, dan lain-lain

Masjid Agung Tuban,Pada awalnya bernama Masjid jami’ sekarang  tak lagi sekedar berdiri megah, namun sekaligus menjadi simbol semangat religius bagi masyarakat Tuban.

 

.

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *